Pada saat… idealisme ditodong perutnya

Kuat sekali idealisme seseorang yang berarti bagiku. Membatu dalam hatinya semangat mengabdi.

Bukan karena disuruh begitu, bukan karena pengen gaya sebagai pahlawan yang nantinya punya nama. Hanya sekedar mengikuti kata nurani… sudah mendarah daging menjadi insting.

Halangan demi halangan menghadang – bagai tembok yang menjulang di hadapan muka. Semua terlewat satu persatu. Namun apa daya, cobaan tiada henti, ketika semangat mengabdi ditunggangi semena-mena, terhenti juga semangat menggebu itu.

Untuk apa aku berpacu, mengorbankan jiwa raga ku… padahal dalam waktu yang sama, keluargaku menjerit mengencangkan perut… karena hak-ku ditahan tanpa penjelasan.

Apa yang terjadi pada saat… semangat dan niat baik dibalas perlakuan semena-mena? idealisme ditodong perutnya?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s