Suatu siang gue kabur pas jam makan siang untuk potong rambut… memanfaatkan lokasi kantor di bilangan Tebet yang banjir salon kiri kanannya
Setelah menunggu beberapa lama (tau nih mba… pada belum siap pemotongnya, tau pada kemana- gitu kata mba-mba receptionist). Setelah akhirnya rambut selesai dicuci, dateng seorang pemotong yang lumayan meyakinkan tampilannya. Cewek, rambut ditata messy (apa emang males ngurus rambut sendiri ya?), turtleneck hitam, pake kacamata.
Gue: ” Mba, potongnya jangan ditipisin ya, rambut saya udah tipis, poni saya aja yang ditipisin. potongan sekarang ketebelan, saya nggak suka”
Si Mba: “oooh, gitu ya? ok”
dia mulai kerjanya… snip, snap, snip – kress, kress, kress. Hati mulai deg-deg pas gue liat dia agak jelalatan sambil kerja. liat kanan, liat kiri, perhatiin sebelahnya, belakangnya.
dan…
hati gue bener…
pas selesai . . .
si Mba: “dah, gini kan Mba? Tebel poninya, tipis belakangnya?”
Gue: “?!?!?!?!?!?!?!?!?!?!?!?????!!!!!!!!”
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.