Harinadiputri

Praduga

April 15, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

hmmm, ada teman baru di tempat kerja gue.

Sebelum dia masuk, sudah cukup banyak review masuk tentang dia.

“Hati-hati yah sama dia…”

“siap-siap batin aja deh, mau sekantor sama dia”

biasanya nasehat bernada sejenis disampaikan pake senyum-senyum masam atau cengiran garing. Mungkin pengalaman pribadi.

hehehe… otomatis deh, dalam otak mulai kebentuk – praduga buat dia. Karena sudah pengalaman dengan praduga, gue jadi coba netralin diri, jangan terpengaruh… jaga imaji kertas polos dan putih itu dalam bingkai profil dia.

Sekarang dia sudah mulai masuk kerja disini, bingkai profil itu mulai terisi. Emh…sebelum gue lanjut… jujur, praduga yang sebelumnya terdengar udah sempet membekas. Gue manusia sih, jadi tetep gak bisa murni ngilangin sepenuhnya apa yang udah ada di otak :P . Tapi tetep berusaha netral koq, tetep melihat dia tanpa pro atau kontra terlebih dahulu. Nah, berdasarkan apa yang gue rasa, ada sesuatu yang mengganjal.

Tapi, bukan apa yang semua orang bilang, memang efek akhirnya kayak ngebuktiin apa yang orang udah wanti-wanti ke gue, tapi ada sisi yang gue rasa berbeda untuk penyebabnya. Ada kekerasan hati, kadang suka menyembur tanpa peringatan. Gue rasa ini efek karena dia cukup lama kerja sendiri. Kerja dengan tim itu butuh skill tambahan lagi… gue ngerasa dalam hal skill ini dia belum cukup terlatih.

Hmmph, gue berdoa aja, semoga gue dan temen-temen disini bisa adepin dengan bijak. Hal kecil seperti kurang ramah bisa menjadi penghalang hubungan baik… disini semua sudah cukup baik, semoga dia bisa ikut baik.

Kategori: kontemplasi
Ditandai: , ,

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar